INVESTASI EMAS CARA KLASIK VS TEKNIK BERKEBUN EMAS

Investasi emas sekarang ini menjadi hal yang sedang ramai dilakukan masyarakat, hal ini tidak lain karena Emas memiliki harga yang relatif stabil untuk jangka pendek dan akan mengalami peningkatan yang signifikan dalam jangka panjang sejalan dengan tingginya laju inflasi bahkan kadang harga emas melebihi tingkat linflasi yang terjadi.

Cara investasi cara klasik dan cara investasi berkebun emas

Dengan berinvestasi emas dalam jangka panjang maka kita akan mendapatkan keuntungan, karena adanya kenaikan harga emas yang signifikan di masa yang akan datang. Untuk investasi emas yang menguntungkan mulailah dengan membeli emas ketika harga emas dalam keadaan rendah, kapan kondisi saat harga emas rendah? Kondisi tersebut dapat kita kenali salah satunya adalah ketika nilai tukar dollar amerika serikat melemah terhadap mata uang rupiah, setelah menemukan kondisi dimana harga emas rendah maka belilah emas batangan, jangan emas perhiasan, mengapa harus berinvestasi dalam emas batangan? silahkan baca alasannya di artikel benarkah investasi emas batangan lebih baik dari emas perhiasan? Setelah kita memiliki emas maka kita simapan emas tersebut dengan baik dan jual emas tersebut selama 3 tahun atau beberapa tahun kedepan terserah anda namun dengan 1 syarat yaitu kita jual emas ketika harga emas sedang naik, adapun kenaikannya minimal 30% dari harga waktu kita beli emas tersebut.


Apakah anda sudah siap untuk investasi emas? Jika sudah saatnya saya memaparkan cara investasi emas yang menguntungkan dan aman. Dalam artikel ini akan dijelaskan dua buah cara investasi emas, yang pertama adalah investasi emas dengan cara klasik atau cara investasi emas secara tradisional dan yang kedua cara investasi emas dengan teknik berkebun emas. Anda penasaran? Simaklah kedua cara tersebut berikut ini:

Teknik Berkebun Emas dari Rully Kustandar VS cara investasi emas klasik

Cara Investasi Emas dengan cara klasik

Apa itu cara investasi emas cara klasik? Teknik berinvestasi Emas dengan cara klasik pada intinya adalah teknik berinvestasi emas dengan dimulai dari pembelian emas pada saat harga emas rendah dan menjual kembali emas ketika harga emas melambung tinggi, jadi keuntungan akan di dapat dari selisih harga jual emas dan harga beli emas. Cara investasi emas secara klasik sudah banyak dilakukan oleh masyarakat indonesia. Adapun kelemahan untuk berinvestasi emas dengan cara klasik adalah terbatasnya dana untuk membeli emas dalam jumlah yang besar, namun teknik ini tidak ada salahnya dicoba dengan memulai berinvestasi emas dengan dana yang minim, misal saja kita membeli emas batangan dengan berat 3 gram yang saat ini pada tanggal 2 september 2015 harganya Rp 1.602.000 atau membeli emas batangan dengan berat 5 gram dengan harga 2.655.000. Setelah Anda membeli emas simpanlah di rumah dalam keadaan rapi dan ketika anda memiliki uang lagi belilah emas batangan lagi sesuai kondisi keuangan anda, setelah beberapa tahun ketika harga emas tinggi anda dapat menjualnya.  Anda masih belum paham cara investasi emas dengan cara klasik? Cobalah lihat ilustrasi berikut ini :

Pada tahun 200X Pak Doni dengan dana sebesar Rp 10.000.000 membeli emas batangan dengan berat 25 Gram, jadi rata – rata per gram emas pada saat pak doni membelinya adalah Rp 400.000. Pada tahun ini yaitu tahun 2015 ketika harga emas 25 gram senilai 13.075.000 pak doni menjualnya, jadi keuntungan pak doni dengan mendapat keuntungan senilai Rp 3.075.000 yaitu dari selisih antara 13.075.000 dan 10.000.000.

Sampai disini saya harap anda sudah tahu teknik investasi emas  cara klasik. Selanjutnya silahkan anda simak cara investasi emas dengan cara berkebun emas yang dipopulerkan oleh rully kustandar.

Baca pula artikel menarik berikut ini :
Cara Membeli Emas Logam Mulia Antam
Keuntungan dan kerugian Investasi Emas

Cara Investasi Emas dengan teknik berkebun emas

Investasi emas dengan teknik berkebun emas merupakan sebuah cara investasi emas yang bisa dibilang modern. Dalam berkebun emas kita dapat membeli emas dalam jumlah yang besar dan menariknya tidak semua dana berasal dari kita tapi dari pihak bank, bagaimana ilustrasi dalam berkebun emas? Silahkan simak berikut ini dengan baik

Pak Doni pada tahun 200X membeli emas batangan dengan berat 25 gram secara tunai dengan biaya Rp 10.000.000. Setelah dibeli, emas yang dimiliki pak doni di gadaikan ke bank, dan mendapatkan dana segar hasil penggadaian emas sebesar Rp 8000.000 karena nilai taksir bank 80 % dari emas batangan tersebut.  Setelah mendapat dana sebesar 8000.000 dari bank, pak doni membeli emas batangan dengan berat 25 gram lagi dengan menambah dana 2.000.000. Setelah mendapatkan emas 25 gram yang kedua ini pak doni menggadaikan kembali emas tersebut ke bank kemudian pak doni mendapatkan kembali dana segar dari bank Rp 8.000.000, setelah mendapat dana segar pak doni menambahkan uang 2000.000 lalu membeli emas 25 gram setelah itu mengadaikan lagi demikan seterusnya hingga tibalah tahap terakhir yaitu tahap ke lima. Ketika pembelian emas batangan 25 gram pada tahap kelima pak doni tidak mengadaikan, namun emas 25 gram tersebut disimpan sendiri di rumah, Emas 25 gram yang disimpan sendiri di rumah selanjutnya yang akan dijadikan tebusan saat pak doni memutuskan untuk panen hasil kebun emasnya tadi yaitu ketika harga emas tinggi.

Jadi, dari hasil pembelian emas hingga tahap kelima pak doni memiliki emas sebanyak 125 gram, Emas batangan 100 gram ada di pihak bank dan 25 gram ada dirumah pak doni, Selanjutnya ketika harga emas mengalami kenaikan maka pak doni harus menebus kembali semua emas yang ada di bank karena inilah saatnya panen, dengan pertama-tama menjual emas yang ada di rumah pak doni sebesar 25 gram untuk menebus emas pada tahap 3 dan 4, setelah itu emas tersebut dijual dan dananya untuk menebus emas pada tahap ke 1 dan 2, jadi semua emas yang ada dibank sudah dapat ditebus, setelah tertebus semuanya maka sisa emas yang dimiliki pak doni yaitu emas ke 1 dan 2 sebesar 50 gram dijual semuanya. Bagaimana perhitungan keuntungan dari teknik berkebun emas yang benar? Simaklah perhitungannya berikut ini :

I ) Modal yang di dikeluarkan pak doni :
a. Pembelian 25 gram emas yang pertama : Rp 10.000.000
b. Uang tambahan yang dikeluarkan pak doni untuk beli emas tahap ke 2 sampai 5 = Rp 2000.000 x 4 = Rp 8000.000
c. Biaya Titip emas di bank dalam 1 tahun untuk ke 4x emas 25 gram = 1000.000 x 4 = Rp 4000.000
Total Modal yang dibutuhkan adalah = 10.000.000 + 8.000.000 + 4.000.000 = Rp 22.000.000

II) Biaya Tebus Gadai
Biaya yang dibutuhkan pak doni untuk menebus gadai emas yang ada di bank adalah = 4 x 8000.000 = Rp 32. 0000.000
Biaya tebus gadai ini akan dilunasi dengan dimulainya penjualan emas pada tahap kelima yang disimpan pak doni di rumah ditambah hasil penjualan emas 3 dan 4 yang telah ditebus dengan uang hasil penjualan emas tahap 5.

III) Perhitungan keuntungan teknik berkebun emas
Teknik berkebun emas hanya dapat untung jika emas dijual pada saat harga emas diatas harga belinya, diketahui bahwa di atas pak doni membeli emas ketika harga emas 25 gram pada harga Rp 10.000.000 jadi pak doni harus menjual emas pada harga emas di atas 10 juta, pada saat sekarang harga emas 25 gram senilai Rp 13.075.000, berarti ini adalah kesempatan yang menarik untuk menjual emas, jadi perhitungan keuntungan pak doni jika menjual emas pada 2 septembel 205 yaitu :

Laba = Harga jual Emas – (Biaya tebus gadai + modal yang dikeluarkan)
Laba pak doni = (13.075.000 x 5 ) – ( 32.000.000 + 22.000.000)
Laba pak doni = Rp 65.375.000 – Rp 54.000.000
Laba Pak Doni = Rp 11.375.000

Demikianlah pembahasan artikel dalam situs www.caraberinvestasi.com mengenai cara investasi emas dengan berkebun emas dan cara investasi emas dengan cara klasik. Semoga anda mendapat pencerahan dalam usaha investasi emas yang tepat

INVESTASI EMAS CARA KLASIK VS TEKNIK BERKEBUN EMAS Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Andi Pujianto

0 komentar:

Posting Komentar